Bahan Ajar Menerapkan Perakitan Komputer




Hasil gambar untuk perakitan komputer





A.      KOMPETENSI DASAR
3.2   Menerapkan perakitan komputer
4.2   Merakit komputer

B.       INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
3.2.1        Menjelaskan bagian-bagian perangkat keras komputer
3.2.2        Menentukan langkah-langkah perakitan komputer sesuai standard industri

4.2.1      Melakukan perakitan komputer sesuai standard industri


C.      TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah proses pembelajaran diharapkan:
a.       Peserta didik dapat menjelaskan bagian-bagian perangkat keras komputer dengan santun dan benar.
b.      Peserta didik dapat menentukan langkah-langkah perakitan komputer sesuai standard industri dengan baik dan benar.
c.       Peserta didik mampu melakukan perakitan komputer sesuai standard industri dengan disiplin dan benar.

D.        MATERI PEMBELAJARAN

 

Merakit PC (Personal Computer )

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSmBeob4KvCEjjopbx67Oc0igpHimhg_Q37vAcgYca-ZxZrGXF_zjTB6LFlcE-_4XEjUA5RF0nLjUZ_hcGHVIZ9wA9e6fn_uq1noc20WoHGmYH_Lqh7KoWv4JTho1spgESJFpaXt0Uh0s/s200/merakit-pc.jpg
Gambar 1. PC ( Personal Computer )
Berikut ini akan dibahas mengenai bagaimana cara merakit komputer. Komponen perakit komputer tersedia di pasaran dengan beragam pilihan kualitas dan harga. Dengan merakit sendiri komputer, kita dapat menentukan jenis komponen, kemampuan serta fasilitas dari komputer sesuai kebutuhan.Tahapan dalam perakitan komputer terdiri dari:
A.    Persiapan
Persiapan yang baik akan memudahkan dalam perakitan komputer serta menghindari permasalahan yang mungkin timbul. Hal yang terkait dalam persiapan meliputi:
1.      Penentuan Konfigurasi Komputer
Konfigurasi komputer berkait dengan penentuan jenis komponen dan fitur dari komputer serta bagaimana seluruh komponen dapat bekerja sebagai sebuah sistem komputer sesuai keinginan kita. Penentuan komponen dimulai dari jenis prosessor, motherboard, lalu komponen lainnya. Faktor kesesuaian atau kompatibilitas dari komponen terhadap motherboard harus diperhatikan, karena setiap jenis motherboard mendukung jenis prosessor, modul memori, port dan I/O bus yang berbeda-beda.

2.  Persiapan Komponen dan Perlengkapan
Komponen komputer beserta perlengkapan untuk perakitan dipersiapkan lebih dulu untuk memudahkan perakitan. Perlengkapan yang disiapkan terdiri dari:
a.       Komponen komputer
b.       Kelengkapan komponen seperti kabel, sekerup, jumper, baut dan sebagainya
c.        Buku manual dan referensi dari komponen
d.       Alat bantu berupa obeng pipih dan philips.
e.        Software sistem operasi, device driver dan program aplikasi.
Buku manual diperlukan sebagai rujukan untuk mengatahui diagram posisi dari elemen koneksi (konektor, port dan slot) dan elemen konfigurasi (jumper dan switch) beserta cara setting jumper dan switch yang sesuai untuk komputer yang dirakit.Diskette atau CD Software diperlukan untuk menginstall Sistem Operasi, device driver dari piranti, dan program aplikasi pada komputer yang selesai dirakit.

3.      Pengamanan / Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Tindakan pengamanan diperlukan untuk menghindari masalah seperti kerusakan komponen oleh muatan listrik statis, jatuh, panas berlebihan atau tumpahan cairan. Pencegahan kerusakan karena listrik statis dengan cara:
a.       Menggunakan gelang anti statis atau menyentuh permukaan logam pada casing sebelum memegang komponen untuk membuang muatan statis.
b.       Tidak menyentuh langsung komponen elektronik, konektor atau jalur rangkaian tetapi memegang pada badan logam atau plastik yang terdapat pada komponen.
Sebelum merakit sebuah PC ada beberapa tips yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah:
1.      Hindari merakit dalam keadaan berkeringat, karena kemungkinan keringat akan menetes keperalatan yang sedang kita rakit tanpa kita ketahui, lalu saat kita menyalakan power supply maka terjadilah hubungan pendek dan merusak hasil rakitan kita.
2.      Hindari memegang atau menyentuh langsung kaki prossesor yang ada termasuk chipset. Karena dikhawatirkan adanya listrik statis yang dimiliki tubuh kita akan merusak komponen tersebut. Untuk mencegah hal ini kita harus meng-ground-kan tubuh kita dengan cara memeggang cassing saat power dihidupkan.
3.      Pada setiap tahap perakitan sebalum menambahkan komponen yang baru, power supply harus dimatikan. Memasang komponen pada saat power supply hidup akan merusak komponen yang akan di pasang dan komponen lainnya.
4.      Jangan lupa menyiapkan peralatan dan bahan-bahan sebelum memulai perakitan, agar seluruh kegiatan perakitan tidak terhambat pada kemungkinan kurangnya peralatan yang ada.
5.      Hindari pemasangan komponen harddisk dengan kasar, karena dapat merusak harddisk tersebut.


Peralatan dan Bahan yang Digunakan dalam Perakitan Komputer

a.      Peralatan Perakitan Komputer 

Peralatan yang diperlukan dalam perakitan komputer antara lain (lihat tabel 1 ).

Tabel 1. Peralatan yang diperlukan dalam perakitan komputer
No
Nama
Alat
Gambar
Keterangan
No 
Nama Alat
Gambar
Keterangan
1
Obeng
Plus (+)
 
Ukuran screw PC
4
Multimeter
/
Multitester
 
Untuk pengukuran tegangan
2
Obeng
Minus (-)
 
Ukuran screw PC
5
Gelang
Antistatik
 
untuk mencegah pengosongan elektrostatik
3
Tang
Lancip
(Capit
Buaya)
Untuk
menjapit

benda benda kecil
6
Pinset
 
 
Untuk pencabut
jumper dan memegang komponen kecil.

 


B.     Bahan Perakitan Komputer.

Bahan yang dibutuhkan dalam perakitan komputer (lihat Tabel 2).


Tabel 2. Bahan yang dibutuhkan dalam perakitan komputer
No
Nama Bahan
Jumlah
Keterangan
1
Motherboard
            
Papan induk atau papan rangkaian utama pada komputer.
2
Processor
 
Komponen pemroses dalam komputer yang paling penting (otak) .
3
Kartu Grafis (VGA
Card)
 
Mengubah sinyal digital dari komputer menjadi tampilan grafik di layar monitor
4
Kipas (Heatsink)
 
Kipas pendingin processor dan komponen yang lain.

5
Harddisk

Penyimpan data untuk dapat meningkatkan kinerja komputer.
6
Memory (RAM)

Internal Memory, yang berfungsi untuk menyimpan data sementara.
7
LAN Card
 
Perangkat yang digunakan untuk menghubungkan antar komputer dalam sebuah jaringan komputer
8
Sound Card
 
Perangkat keras komputer yang berfungsi untuk mengolah data berupa audio atau suara
9
CD/DVD ROM

Perangkat penyimpan ke
CD/DVD
10
Power Supply
                        
Pengalir listrik ke setiap bagian komputer.
11
Cassing
                      
Bagian terluar CPU sebagai pelindung komponenkomponen yang ada di dalamnya.
12
Keyboard & Mouse
 
Komponen tambahan (alat input) sebagai pelengkap dari sebuah PC.
13
Monitor
                      
Alat output untuk menampilkan gambar hasil olahan dari CPU.


Sementara itu, bahan perakitan lainnya yang dibutuhkan adalah CD Instalasi, yang
terdiri dari :
-          CD Driver Motherboard
-          CD Driver VGA Card
-          CD Driver Sound Card
-          CD Driver LAN Card
-          CD Master Sistem Operasi (Windows, Linux, dsb) dan 
-          CD Master Aplikasi (Microsoft Office, dsb)

b.      Fungsi Peralatan dan Bahan yang Digunakan Dalam Perakitan Komputer

Fungsi dari Komponen-komponen Dalam Perakitan Komputer, antara lain:
a.        Power Supply : berfungsi untuk mensuplai arus listrik ke komponen-komponen komputer lainnya seperti  motherboard, hard disk, optical disk drive, dan sebagainya.
b.        RAM : berfungsi untuk penyimpanan sementara semua data dari seluruh program hasil olahan komponen-komponen komputer yang sedang berjalan.
c.         Motherboard : berfungsi sebagai pusat penghubung antara semua perangkat keras komputer, sehingga komponen yang satu dengan yang lainnya dapat terhubung.
d.        Processor : berfungsi sebagai otak untuk melakukan setiap proses yang dikerjakan oleh komputer melalui semua perintah yang diterima oleh CPU
e.        Hard disk : berfungsi sebagai media penyimpanan permanen pada komputer.
f.          CD/DVD Room : berfungsi sebagai wadah untuk meletakkan CD/DVD yang ingin diproses di dalam sebuah komputer.
g.        LAN Card : berfungsi sebagai penghubung antara komputer yang satu dengan komputer yang lainnya.
h.        Kipas Angin : berfungsi untuk mengatur aliran udara yang masuk di dalam casing supaya tetap dingin dan tidak cepat panas.
i.          Heatsink : berfungsi untuk membantu proses pendinginan sebuah processor.
j.          VGA : berfungsi untuk mengolah grafis dan nantinya menampilkan ke layar monitor.
k.         Card Reader : fungsi card reader ialah alat perantara untuk membaca kartu memori, yaitu  handphone/Camera Digital/PDA. 
l.          Kabel IDE : untuk menghubungkan komponen pada hard disk dan mainboard. 
m.      Floppy Disk : Floppy disk atau Disket adalah perangkat penyimpanan data.
n.        Casing : berfungsi sebagai tempat Processor (CPU), Motherboard dan piranti-piranti yang lain dan melindungi komponen-komponen yang berada di dalamnya.
o.        Kabel ATA :  Advance Technology Attachment (ATA) merupakan antarmuka standar untuk menghubungkan piranti penyimpanan seperti hard disk, drive CD/DVD-ROM. 
p.        Kabel SATA : SATA berfungsi untuk menghubungkan Disk Drive seperti Harddisk atau Optical Drive jenis SATA. 
q.        Port Fisik : merupakan soket atau slot atau colokan yang ada di belakang CPU sebagai penghubung peralatan input-output komputer. 
r.         Mouse : merupakan alat/ perangkat yang digunakan untuk mengatur perpindahan kursor secara cepat atau untuk memberikan perintah secara praktis dan cepat.
s.         Keyboard : digunakan untuk memasukkan perintah, teks, data numerik dan jenis-jenis data dengan menekan tombol pada keyboard.
t.          Monitor : monitor komputer adalah sebuah media output/ alat pengeluaran berbentuk gambar visual yang berasal dari sinyal elektronik komputer.
u.        Kabel power (untuk monitor dan power supply) : kabel ini berfungsi untuk menghubungkan power supply dan monitor ke aliran listrik.
v.         Kabel Monitor : Kabel yang digunakan untuk menyambungkan CPU dengan monitor.
w.       Stabilizer : alat yang berfungsi sebagai penyetabil tegangan. 

C.    Langkah-langkah Perakitan

Berikut ini adalah langkah-langkah perakitan CPU.
1.   Letakkan motherboard pada tempat yang datar dan jangan lupa beri alas dengan permukaan yang lembut agar motherboard tidak tergores atau putus jalur komponennya.
http://wahyucompunya.files.wordpress.com/2010/03/mearkit-1.jpg?w=600













Gambar 2. Motherboard


2.   Pasang processor pada motherboard. Pemasangan processor usahakan diluar cassing agar memudahkan anda dalam pemasangan processor tersebut. Pemasangan processor disesuaikan dengan jenis processor dan motherboard yang digunakan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNym-1H6PnK6jRSduw4s6jkY4xeybAaArrY2Ny7sydVnUQLUipXSaNNCIlHAF-f470I0-g2901Uo6cLlEBhqK9kas_f-xmlEkoNA9ZNr60qUl6Rwb04Y2oR0i79SdLFdUXGry8vKHcpn0/s1600/mearkit-2.jpg
Gambar 3. Pemasangan Prosesor
3. Setelah prosessor terpasang kemudian lakukan pemasangan kipas processor
http://wahyucompunya.files.wordpress.com/2010/03/mearkit-3.jpg?w=600

 .







Gambar 4. Pemasangan Kipas Prosessor

4.Pasang RAM pada slot RAM yang tersedia pada motherboard. Pemasangan RAM pada slot harus mengikuti aturan karena apabila terjadi kesalahan dalam pemasangan dapat membuat RAM dan motherboard rusak atau terbakar.
http://wahyucompunya.files.wordpress.com/2010/03/mearkit-4.png?w=600








Gambar 5. Pemasangan RAM pada slot RAM di motherboard.
5. Siapkan cassing untuk pemasangan semua komponen yang sudah di sediakan.
6. Setelah menyiapkan casing pasanglah catu daya atau power supply seperti gambar
http://wahyucompunya.files.wordpress.com/2010/03/mearkit-5.jpg?w=600









Gambar 6. Pemasangan Power Suplay pada Casing

7. Setelah itu masukkan motherboard pada cassing secara perlahan agar motherboard tidak rusak.Pada saat pemasangan motherboard, perhatikan konektor mouse, keyboard, serial, vga dan sound agar terpasang dengan panel yang terdapat pada cassing dengan benar.
http://wahyucompunya.files.wordpress.com/2010/03/mearkit-6.png?w=600









Gambar 7. Peletakan Motherboard pada Casing CPU

8. Kemudian bautlah motherboard dengan dudukannya agar kuat dan tidak goyang.
9. Dicontoh ini kita mengunakan motherboard yang sudah dilengkapi dengan VGA, Sound Card, dan LAN Card yang sudah menjadi satu dalam motherboard. Komponen yang sudah menjadi satu dengan motherboard disebut dengan komponen ON BOARD.

10. Setelah itu pasanglah CD ROM pada rak yang terdapat pada casing, dengan cara memasukkannya dari depan.
11. Kemudian bautlah CD ROM yang telah terpasang tadi dangan raknya agar tidak goncang. Kemudian pasangkan kabel power dan kabel data atau kabel ATA CD ROM pada motherboard.

12. Pasanglah harddisk pada  rak yang terdapat pada casing dengan perlahan agar harddisk tidak terbentur. Karena komponen harddisk ini sangat rawan tehadap goncangan.kemudian baut dengan kencang agar tidak goyang.

13. Setelah harddisk terpasang kemudian pasanglah kabel data atau kabel ATA harddisk pada motherboard
 dan pada harddisk itu sendiri.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAlk0OJTr6AScSmLEik_PgY-sRBbUMnld_6RurogAnkf16M9Wx5Q40n9c5YUXUc_66rYqjxpU3CVwTpNdEsyZszzQDupPTUzEJApWik92r4jVOWzSoTDy2N7fD3xcwAJ-HtUA3ZifNlpk/s1600/mearkit-7.png








Gambar 8. Pemasangan Harddisk

http://wahyucompunya.files.wordpress.com/2010/03/mearkit-8.png?w=60014. Pasang konektor power supply pada tempatnya pada konektor yang terdapat di motherboard.(perhatian: jika pemasangan ini salah maka akan mengakibatkan kerusakan yang fatal pada motherboard.)








Gambar 9. Pemasangan Konektor ke Power Supplay

15. Kemudian tancapkan konektor power / restart / hdd led / power led dan lain-lain pad konektor yang terdapat di motherboard. seperti gambar berikut.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_Tcxn8pcmndOevkjYHJtXWMG71yjgRDC6mKjPyIYRaJ9V0t62n5fotk2GziECDphRc0GVhd6q8K9izQPjw9ll_XPKbxu8Tu4S7Y0ymCPBIAcxnoEi-jQzcWEzLnyTcBXxpI55rpGfTl0/s1600/mearkit-9.png
Gambar 10. Pemasangan konektor pada motherboar di CPU

16. Setelah kita selesai merakit semua komponen maka perakitan tersebut harus kita uji apakah perakitan ini berhasil atau tidak. Dengan cara hidupkan komputer bila komputer dapat BOOTING maka perakitan berhasil. Bika tidak dapat BOOTING, berarti perakitan belum sempurna, Maka harus disempurnakan bila ingin menginstal Sistem Operasi.Cara me
nyempurnakannya dengan cara cek kembali semua komponen yang telah dipasang.


D.    Pengujian
Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut:
  1. Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
  2. Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
  3. Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. Tekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
  4. Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
  5. Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.

Setelah keluar dari setup BIOS, komputer akan meload Sistem OPerasi dengan urutan pencarian sesuai seting boot sequence pada BIOS. Masukkan diskette atau CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.

E.     Penanganan Masalah
Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer dan penanganannya antara lain:
  1. Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung.
  2. Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card belum pas ke slot/ LED dari hardisk.
  3. Floppy atau CD menyala terus disebabkan kesalahan pemasangan kabel konektor atau ada pin yang belum pas terhubung.

  
Sumber Rujukan

Yatmianto dan Siyamta.2017. Komputer dan Jaringan Dasar. Malang : Latif Kitto Mahesa.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Revolusi Industri 4.0, Sebuah harapan dan tantangan serta Cara Menyikapinya